Perawatan Luka Bakar

Hal-hal yang menentukan seseorang yang menderita luka bakar antara lain luas dan dalamnya luka bakar, lokasi luka, usia pasien, zat penyebab ada tidaknya trauma mekanis penyerta, dan penyakit lain yang sudah ada sebelumnya.

Petunjuk yang membantu menentukan kasus-kasus luka bakar yang harus dirawat di rumah sakit. Beberapa penyakit seperti nekrolisis epidermal toksik dan penyebab cedera kulit yang luas lainnya dapat sangat menyerupai luka bakar dan juga memerlukan sumber daya dan keahlian yang sama untuk menanganinya.

Petunjuk untuk kasus-kasus luka bakar yang memerlukan perawatan di rumah sakit :

1. Luka bakar derajat dua -15% LPIT

2. LUka bakar derajat tiga-5% LPTT (luka bakar seperti ini memerlukan eksisi dan penutupan secara bedah)

3. Luka bakar pada wajah, kaki, tangan dan perineum

4. LUka bakar akibat sengatan listrik

5. Cedera inhalasi, termasuk inhalasi asap dan keracunan karbonmonoksida

6. Luka bakar kimia (luka seperti ini memerlukan irigasi yang lama, biasanya dalam dan menimbulkan luka bakar derajat tiga).

7. Pasien-pasien luka bakar dengan cedera lain, termasuk fraktur dan trauma tumpul atau tembus yang berat.

8. LUka bakar pada pasien di bawah usia 10 tahun atau di atas 50 tahun

9. Luka bakar pada pasien-pasien dengan penyakit serius lainnya (misalnya diabetes mellitus, alkoholisme kronik, sirosis, penyakit jantung, AIDS).

10. Semua anak yang dicurigai menjadi korban penyiksaan atau pengabaian anak

11. Luka bakar terinfeksi yang mula-mula ditangani sebagai kasus rawat jalan

12. Luka bakar tingkat tiga yang kecil yang paling baik diatasi dengan eksisi dini dan pencangkokan.

13. Luka bakar yang kecil pada pasien yang tidak dapat merawat luka tersebut yang jika dibiarkan tak terawat memiliki potensi yang besar untuk terjadinya infeksi:
a. Penyalahgunaan obat
b. Penderita gangguan mental
c. Tuna wisma
d. Pasien yang dirawat di bagian lain dan mengalami luka bakar yang serius
e. Anak kecil dengan lingkungan rumah yang tidak dapat diandalkan

14. Sindom kehilangan kulit yang luas dan akut yang memerlukan kualitas perawatan pusat luka bakar (misal sindrom Stevens-Johnson/nekrolisis epidermal toksik, luka terkelupas yang luas).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>