Luka Bakar Parah

Luka bakar dapat timbul akibat kulit terpajan ke suhu tinggi, syok listrik atau bahan kimia. Luka bakar diklasifikasikan berdasarkan kedalaman dan luas daerah yang terbakar. Luka bakar dapat digolongkan sebagai derajat pertama superfisial, derajat kedua ketebalan parsial superfisial, derajat kedua ketebalan parsial dalam atau derajat ketiga ketebalan penuh.

Luka bakar derajat pertama superfisial terbatas pada epidermis yang ditandai dengan adanya nyeri dan eritema tanpa lepuh. Kuliy sembuh spontan dalam 3 sampai 4 hari dan tidak meninggalkan jaringan parut, biasanya tidak timbul komplikasi, misalnya luka bakar akibat sinar matahari.

Luka bakar derajat kedua ketebalan parsial dalam meluas ke epidermis dan ke dalam lapisan dermis. Luka bakar ini sangat nyeri dan menimbulkan lepuh dalam beberapa menit. Luka bakar ini biasanya sembuh tanpa meninggalkan jaringan parut, walaupun orang-orang tertentudapat mengalami jaringan parut akibat luka ini. Penyembuhan biasanya memerlukan waktu sebulan. Komplikasi jarang terjadi, walaupun mungkin timbul infeksi sekunder pada luka. Luka bakar derajat kedua ketebalan parsial dalam meluas ke seluruh dermis. Folikel rambut mungkin ututh dan akan tumbuh kembali. Luka bakar jenis ini hanya sensitif parsial terhadap nyeri karena luasnya destruksi saraf-saraf sensorik. Namun, daerah di sekitarnya biasanya mengalami luka bakar derajat kedua superfisial yang nyeri. Pada luka bakar jenis ini penyembuhannya memerlukan waktu beberapa minggu dan pembersihan secara bedah untuk membuang jaringan mati. Biasanya diperlukan tandur kulit untuk membuang jaringan mati. Biasanya diperlukan tandur kulit. Pada luka bakar ini selalu terjadi pembentukan jaringan parut.

Luka bakar derajat ketiga ketebalan penuh meluas ke epidermis, dermis dan jaringan subkutis. Kapiler dan vena mungkin hangus dan aliran darah ke daerah tersebut berkurang. Saraf rusak sehingga luka tidak terasa nyeri. Namun, daerah sekitar biasanya memperlihatkan nyeri seperti pada luka bakar derajat kedua, Luka bakar jenis ini mungkin memerlukan waktu berbulan-bulan untuk sembuh dan memerlukan pembersihan secara bedah dan penanduran. Luka bakar serajat ketiga membentuk jaringan parut dan jaringan tampak seperti kulit yang keras. Luka bakar derajat keempat meluas ke otot, tulang dan jaringan dalam.

Perawatan Luka Bakar

Hal-hal yang menentukan seseorang yang menderita luka bakar antara lain luas dan dalamnya luka bakar, lokasi luka, usia pasien, zat penyebab ada tidaknya trauma mekanis penyerta, dan penyakit lain yang sudah ada sebelumnya.

Petunjuk yang membantu menentukan kasus-kasus luka bakar yang harus dirawat di rumah sakit. Beberapa penyakit seperti nekrolisis epidermal toksik dan penyebab cedera kulit yang luas lainnya dapat sangat menyerupai luka bakar dan juga memerlukan sumber daya dan keahlian yang sama untuk menanganinya.

Petunjuk untuk kasus-kasus luka bakar yang memerlukan perawatan di rumah sakit :

1. Luka bakar derajat dua -15% LPIT

2. LUka bakar derajat tiga-5% LPTT (luka bakar seperti ini memerlukan eksisi dan penutupan secara bedah)

3. Luka bakar pada wajah, kaki, tangan dan perineum

4. LUka bakar akibat sengatan listrik

5. Cedera inhalasi, termasuk inhalasi asap dan keracunan karbonmonoksida

6. Luka bakar kimia (luka seperti ini memerlukan irigasi yang lama, biasanya dalam dan menimbulkan luka bakar derajat tiga).

7. Pasien-pasien luka bakar dengan cedera lain, termasuk fraktur dan trauma tumpul atau tembus yang berat.

8. LUka bakar pada pasien di bawah usia 10 tahun atau di atas 50 tahun

9. Luka bakar pada pasien-pasien dengan penyakit serius lainnya (misalnya diabetes mellitus, alkoholisme kronik, sirosis, penyakit jantung, AIDS).

10. Semua anak yang dicurigai menjadi korban penyiksaan atau pengabaian anak

11. Luka bakar terinfeksi yang mula-mula ditangani sebagai kasus rawat jalan

12. Luka bakar tingkat tiga yang kecil yang paling baik diatasi dengan eksisi dini dan pencangkokan.

13. Luka bakar yang kecil pada pasien yang tidak dapat merawat luka tersebut yang jika dibiarkan tak terawat memiliki potensi yang besar untuk terjadinya infeksi:
a. Penyalahgunaan obat
b. Penderita gangguan mental
c. Tuna wisma
d. Pasien yang dirawat di bagian lain dan mengalami luka bakar yang serius
e. Anak kecil dengan lingkungan rumah yang tidak dapat diandalkan

14. Sindom kehilangan kulit yang luas dan akut yang memerlukan kualitas perawatan pusat luka bakar (misal sindrom Stevens-Johnson/nekrolisis epidermal toksik, luka terkelupas yang luas).

Persentase Luka Bakar

Luas luka bakar mengacu pada peresentase luas luka bakar derajat kedua atau lebih (tidak termasuk derajat pertama) dibanding dengan luas permukaan tubuh. Untuk menentukan luas luka bakar, tubuh dibagi menjadi presentase relatif luas permukaan. Sebagai contoh, lengan (atas dan bawah) dianggap memilki luas 9% dari luas permukaan tubuh, tungkai depan dan belakang 18% torso depan dan belakang 18%, kepala 9% dan daerah genital 1%. Peresentase luas tubuh yang terbakar dijumlahkan sehingga didapat peresentasi total. Penentuan persentase luka bakar dengan metode ini disebut “Rumus Sembilan” (rules of nine).

Penentuan persentase luas luka bakar pada area permukaan tubuh penting selama pengkajian awal untuk menentukan apakah pasien harus dikirim ke pusat luka bakar dan ketika menghitung kebutuhan cairan dan nutrien. Berdasarkan penentuan tersebut, luka bakar luas didefinisikan sebagai luka bakar yang mengenai 25% sampai 40% luas permukaan tubuh seorang dewasa dan antara 15%-25% luas permukaan tubuh anak. Luka bakar yang luasnya lebih dari 40% pada orang dewasa atau 25% pada anak berkaitan dengan angka kematian yang tinggi.

Efek luka bakar yang luas

Luka bakar yang luas mempengaruhi metabolisme dan fungsi setiap sel tubuh. Semua sistem terganggu, terutama sistem kardiovaskular. Karena semua organ memerlukan aliran darah yang adekurat, maka perubahan fungsi kardiovaskular memiliki dampak luas pada daya tahan hidup dan pemulihan pasien, begitu pula adanya dengan perubahan sel.

Klasifikasi Luka Bakar

Luka bakar adalah kerusakan jaringan karena kontak dengan agens, termal, kimiawi atau listrik. Keparahan luka bakar dikaji dengan menentukan kedalaman cedera luka bakar, presentase area permukaan tubuh yang terkena dan keterlibatan bagian tubuh khusus. Ada 4 jenis utama luka bakar, yakni termal, kimia, listrik, dan radioaktif.

Keparahan luka bakar menentukan derajat perubahan yang tampak di dalam organ-organ dan sistem tubuh. Cedera termal menimbulkan luka terbuka karna kulit yang rusak. setelah luka bakar, perfusi kulit menurun karena pembluh darah tersumbat dan terjadi vasokonstriksi. Volume intravaskular menurun karena cairan merembes dari ruangan intravaskular ke ruang interstisial karena permeabilitas kapiler meningkat.

Klasifikasi luka bakar sesuai kedalamannya

Derajat 1

- Superfisial hanya meliputi epidermis superfisial (misalnya tersengat matahari).

- Gejala ; nyeri, kemerahan, tidak ada kerusakan jaringan atau saraf.

Derajat 2 (Sebagian lapisan kulit)

- Dermal superfisial sampai dalam meliputi seluruh epidermis dan berbagai ukuran dermis (misalnya tersiram air panas).

- Gejala : nyeri, merah, kulit edema, veiskel.

Derajat 3

- Epidermis dan dermis rusak, meliputi jaringan adiposa subkutan, fasia otot, dan tulang (misalnya terbakar api).

- Gejala : tidak nyeri, kulit putih, merah, atau hitam dan kulit edema.

Insidens

1. Luka bakar adalah penyebab utama kedua dari cedera kecelakaan dan kematian pada anak-anak dibawah usia 14 tahun.

2. Luka bakar yang disebabkan oleh agens termal adalah luka bakar yang paling sering terjadi dan umumnya terjadi di dapur atau kamar mandi.

3. Luka bakar karena listrik dan bahan kimia biasnaya terjadi pada kelompok anak usia todler.

4. Tiga perempat dari semua luka bakar diduga dapat dicegah.