Luka Bakar Pada Anak

luka-bakarWawasan klinis dari perawatan luka bakar mengacu pada fisiologi cairan dan elektrolit, infeksi bedah, pemeliharaan nutrisi, pemantauan kardiopulmonar, dan perawatan luka, dimana tidak ada satupun dapat diatasi sebagai konidisi-kondisi yang terpisah tanpa pemahaman proses penyakit secara keseluruhan. Pusat-pusat perawatan luka bakar sebaiknya dilengkapi dengan peralatan yang dapat memberikan pelayanaan pendukung jangka panjang, untuk pasien-pasien dengan luka bakar yang lebih kecil dan yang tidak memerlukan rawat inap.  Lebih dari 80% luka bakar pada anak balita merupakan cedera lepuh. Luka ini dapat terjadi bila bayi dan balita tak terurus dengan baik, dimasukkan ke dalam bak mandi yang berisi air yang sangat panas, dan anak tak mampu keluar dari bak mandi tersebut. Selain itu,  kulit balita lebih tipis daripada kulit anak yang lebih besar dan orang dewasa, karenanya lebih rentan terhadap cedera. Luka bakar khususnya pada anak yang mendapat cangkokan kulit, menyebabkan henti pertumbuhan yang berat, terutama pada tahun pertama pasca luka bakar, dan keterlambatan pertumbuhan ini belum akan pulih setidaknya selama 3 tahun setelah cedera. Pada akhirnya, luka bakar juga dapat pula merupakan manifesrasi dari penyiksaan anak.

Luka bakar pada anak perlu di tutup dengan kain yang bersih atau kasa pembalut, untuk mencegah kontaminasi lebih lanjut dari permukaan luka, dan mengurangi nyeri pada daerah-daerah ketebalan tertentu dari luka bakar. Selanjutnya  korban diselimuti dengan selimut yang bersih guna mencegah kehilangan panas tubuh dan mengurangi resiko hipotermia. Korban dengan cedera sedang atau berat harus segara dibawa ke rumah sakit untuk perawatan yang tepat. Jika lama perjalanan ke rumah sakit tempat perawatan lebih dari 45 menit, atau bila pasien mengalami pendarahan sehubungan dengan cedera mekanis di dalamnya, maka larutan garam fisiologis perlu diberikan memakai kanula terbesar yang dapat pasang pada vena perifer.

Rendaman dalam air es atau pemakaian kantong-kantong es dapat mengurangi nyeri pada daerah-nyeri kecil luka bakar pada anak dengan ketebalan parsial, dan uga dapat mengurangi derajat kerusakan jaringan pada pasien-pasien tersebut. Tindakan ini dapat dilakukan dalam 10 hingga 15 menit setelah cedera. Kantong es dan rendaman dalam air es jangan dilakukan pada luka bakar yang  luas selama lebih dari 15 menit.

Hal-hal yang menentukan pada pasien-pasien luka bakar pada anak anara lain luas dan dalamnya luka bakar, lokasi luka, usia pasien, zat penyebab, ada tidaknya trauma mekanis penyerta dan penyakit lain yang sudah ada sebelumnya.  Beberapa penyakit seperti nekrolisis epidermal toksik dan penyebab cedera kulit  yang lebih luas lainnya, dapat sangat menyerupai luka bakar dan memerlukan sumber daya dan keahlian yang sama untuk menanganinya.

Luka bakar tringan perlu diberishkan dengan desinfektan deterjen bedah , dilakukan debridement, dan dibiarkan mongering. Jika memakai kasa pembalut maka  perlu diganti setiap 3 haru dan luka diinspkesi. Jika proses penyembuhan berjalan memuaskan, maka kasa pembalut dapat diberikan lagi, namun jika timbul infeksi pasien perlu dirawat dirumah sakit, dan luka dirawat dengan kemoterapik topical dan antibiotic sistemik.

Posted in Luka Bakar | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Luka Bakar Parah

Luka bakar dapat timbul akibat kulit terpajan ke suhu tinggi, syok listrik atau bahan kimia. Luka bakar diklasifikasikan berdasarkan kedalaman dan luas daerah yang terbakar. Luka bakar dapat digolongkan sebagai derajat pertama superfisial, derajat kedua ketebalan parsial superfisial, derajat kedua ketebalan parsial dalam atau derajat ketiga ketebalan penuh.

Luka bakar derajat pertama superfisial terbatas pada epidermis yang ditandai dengan adanya nyeri dan eritema tanpa lepuh. Kuliy sembuh spontan dalam 3 sampai 4 hari dan tidak meninggalkan jaringan parut, biasanya tidak timbul komplikasi, misalnya luka bakar akibat sinar matahari.

Luka bakar derajat kedua ketebalan parsial dalam meluas ke epidermis dan ke dalam lapisan dermis. Luka bakar ini sangat nyeri dan menimbulkan lepuh dalam beberapa menit. Luka bakar ini biasanya sembuh tanpa meninggalkan jaringan parut, walaupun orang-orang tertentudapat mengalami jaringan parut akibat luka ini. Penyembuhan biasanya memerlukan waktu sebulan. Komplikasi jarang terjadi, walaupun mungkin timbul infeksi sekunder pada luka. Luka bakar derajat kedua ketebalan parsial dalam meluas ke seluruh dermis. Folikel rambut mungkin ututh dan akan tumbuh kembali. Luka bakar jenis ini hanya sensitif parsial terhadap nyeri karena luasnya destruksi saraf-saraf sensorik. Namun, daerah di sekitarnya biasanya mengalami luka bakar derajat kedua superfisial yang nyeri. Pada luka bakar jenis ini penyembuhannya memerlukan waktu beberapa minggu dan pembersihan secara bedah untuk membuang jaringan mati. Biasanya diperlukan tandur kulit untuk membuang jaringan mati. Biasanya diperlukan tandur kulit. Pada luka bakar ini selalu terjadi pembentukan jaringan parut.

Luka bakar derajat ketiga ketebalan penuh meluas ke epidermis, dermis dan jaringan subkutis. Kapiler dan vena mungkin hangus dan aliran darah ke daerah tersebut berkurang. Saraf rusak sehingga luka tidak terasa nyeri. Namun, daerah sekitar biasanya memperlihatkan nyeri seperti pada luka bakar derajat kedua, Luka bakar jenis ini mungkin memerlukan waktu berbulan-bulan untuk sembuh dan memerlukan pembersihan secara bedah dan penanduran. Luka bakar serajat ketiga membentuk jaringan parut dan jaringan tampak seperti kulit yang keras. Luka bakar derajat keempat meluas ke otot, tulang dan jaringan dalam.

Posted in Luka Bakar | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Perawatan Luka Bakar

Hal-hal yang menentukan seseorang yang menderita luka bakar antara lain luas dan dalamnya luka bakar, lokasi luka, usia pasien, zat penyebab ada tidaknya trauma mekanis penyerta, dan penyakit lain yang sudah ada sebelumnya.

Petunjuk yang membantu menentukan kasus-kasus luka bakar yang harus dirawat di rumah sakit. Beberapa penyakit seperti nekrolisis epidermal toksik dan penyebab cedera kulit yang luas lainnya dapat sangat menyerupai luka bakar dan juga memerlukan sumber daya dan keahlian yang sama untuk menanganinya.

Petunjuk untuk kasus-kasus luka bakar yang memerlukan perawatan di rumah sakit :

1. Luka bakar derajat dua -15% LPIT

2. LUka bakar derajat tiga-5% LPTT (luka bakar seperti ini memerlukan eksisi dan penutupan secara bedah)

3. Luka bakar pada wajah, kaki, tangan dan perineum

4. LUka bakar akibat sengatan listrik

5. Cedera inhalasi, termasuk inhalasi asap dan keracunan karbonmonoksida

6. Luka bakar kimia (luka seperti ini memerlukan irigasi yang lama, biasanya dalam dan menimbulkan luka bakar derajat tiga).

7. Pasien-pasien luka bakar dengan cedera lain, termasuk fraktur dan trauma tumpul atau tembus yang berat.

8. LUka bakar pada pasien di bawah usia 10 tahun atau di atas 50 tahun

9. Luka bakar pada pasien-pasien dengan penyakit serius lainnya (misalnya diabetes mellitus, alkoholisme kronik, sirosis, penyakit jantung, AIDS).

10. Semua anak yang dicurigai menjadi korban penyiksaan atau pengabaian anak

11. Luka bakar terinfeksi yang mula-mula ditangani sebagai kasus rawat jalan

12. Luka bakar tingkat tiga yang kecil yang paling baik diatasi dengan eksisi dini dan pencangkokan.

13. Luka bakar yang kecil pada pasien yang tidak dapat merawat luka tersebut yang jika dibiarkan tak terawat memiliki potensi yang besar untuk terjadinya infeksi:
a. Penyalahgunaan obat
b. Penderita gangguan mental
c. Tuna wisma
d. Pasien yang dirawat di bagian lain dan mengalami luka bakar yang serius
e. Anak kecil dengan lingkungan rumah yang tidak dapat diandalkan

14. Sindom kehilangan kulit yang luas dan akut yang memerlukan kualitas perawatan pusat luka bakar (misal sindrom Stevens-Johnson/nekrolisis epidermal toksik, luka terkelupas yang luas).

Posted in Luka Bakar | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Persentase Luka Bakar

Luas luka bakar mengacu pada peresentase luas luka bakar derajat kedua atau lebih (tidak termasuk derajat pertama) dibanding dengan luas permukaan tubuh. Untuk menentukan luas luka bakar, tubuh dibagi menjadi presentase relatif luas permukaan. Sebagai contoh, lengan (atas dan bawah) dianggap memilki luas 9% dari luas permukaan tubuh, tungkai depan dan belakang 18% torso depan dan belakang 18%, kepala 9% dan daerah genital 1%. Peresentase luas tubuh yang terbakar dijumlahkan sehingga didapat peresentasi total. Penentuan persentase luka bakar dengan metode ini disebut “Rumus Sembilan” (rules of nine).

Penentuan persentase luas luka bakar pada area permukaan tubuh penting selama pengkajian awal untuk menentukan apakah pasien harus dikirim ke pusat luka bakar dan ketika menghitung kebutuhan cairan dan nutrien. Berdasarkan penentuan tersebut, luka bakar luas didefinisikan sebagai luka bakar yang mengenai 25% sampai 40% luas permukaan tubuh seorang dewasa dan antara 15%-25% luas permukaan tubuh anak. Luka bakar yang luasnya lebih dari 40% pada orang dewasa atau 25% pada anak berkaitan dengan angka kematian yang tinggi.

Efek luka bakar yang luas

Luka bakar yang luas mempengaruhi metabolisme dan fungsi setiap sel tubuh. Semua sistem terganggu, terutama sistem kardiovaskular. Karena semua organ memerlukan aliran darah yang adekurat, maka perubahan fungsi kardiovaskular memiliki dampak luas pada daya tahan hidup dan pemulihan pasien, begitu pula adanya dengan perubahan sel.

Posted in Luka Bakar | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Klasifikasi Luka Bakar

Luka bakar adalah kerusakan jaringan karena kontak dengan agens, termal, kimiawi atau listrik. Keparahan luka bakar dikaji dengan menentukan kedalaman cedera luka bakar, presentase area permukaan tubuh yang terkena dan keterlibatan bagian tubuh khusus. Ada 4 jenis utama luka bakar, yakni termal, kimia, listrik, dan radioaktif.

Keparahan luka bakar menentukan derajat perubahan yang tampak di dalam organ-organ dan sistem tubuh. Cedera termal menimbulkan luka terbuka karna kulit yang rusak. setelah luka bakar, perfusi kulit menurun karena pembluh darah tersumbat dan terjadi vasokonstriksi. Volume intravaskular menurun karena cairan merembes dari ruangan intravaskular ke ruang interstisial karena permeabilitas kapiler meningkat.

Klasifikasi luka bakar sesuai kedalamannya

Derajat 1

- Superfisial hanya meliputi epidermis superfisial (misalnya tersengat matahari).

- Gejala ; nyeri, kemerahan, tidak ada kerusakan jaringan atau saraf.

Derajat 2 (Sebagian lapisan kulit)

- Dermal superfisial sampai dalam meliputi seluruh epidermis dan berbagai ukuran dermis (misalnya tersiram air panas).

- Gejala : nyeri, merah, kulit edema, veiskel.

Derajat 3

- Epidermis dan dermis rusak, meliputi jaringan adiposa subkutan, fasia otot, dan tulang (misalnya terbakar api).

- Gejala : tidak nyeri, kulit putih, merah, atau hitam dan kulit edema.

Insidens

1. Luka bakar adalah penyebab utama kedua dari cedera kecelakaan dan kematian pada anak-anak dibawah usia 14 tahun.

2. Luka bakar yang disebabkan oleh agens termal adalah luka bakar yang paling sering terjadi dan umumnya terjadi di dapur atau kamar mandi.

3. Luka bakar karena listrik dan bahan kimia biasnaya terjadi pada kelompok anak usia todler.

4. Tiga perempat dari semua luka bakar diduga dapat dicegah.

Posted in Luka Bakar | Tagged , , , , , , | Leave a comment